Senin, 06 Juni 2016

ETIKA WIRAUSAHA

BACAAN 1

A. ETIKA WIRAUSAHA

Etika wirausaha dalam istilah lebih populernya adalah etika bisnis. Mengapa etika bisnis ini diangkat menjadi salah satu kajian adalah seorang wirausaha dalam menjalankan bisnisnya ditengah-tengah masyarakat harus mempunyai etika yang baik. Kunci suksesnya suatu usaha adalah bagaimana mengedepankan etika dan kejujuran dalam usaha, kepercayaan mempunyai peranan yang sangat besar dalam membesarkan usaha. Pengusaha besar dalam membina pengusaha kecil UKM lebih mengedepankan kejujuran dan kepercayaan, modal usaha akan dapat diperoleh dengan mudah ketika orang telah mempercayai dan dapat dipercaya. Dalam dunia bisnis semua orang tidak mengharapkan memperoleh perlakuan tidak jujur dari sesamanya. Praktek manipulasi tidak akan terjadi jika dilandasi moral yang tinggi. Moral dan tingkat kejujuran rendah akan menghancurkan tata nilai etika bisnis itu sendiri. Masalahnya ialah tidak ada hukuman yang tegas terhadap pelanggaran etika tersebut, karena nilai etika hanya ada dalam hati nurani seseorang. Etika mempunyai kendali intern dalam hati, berbeda dengan aturan hukum yang mempunyai unsur paksaan ekstern. Akan tetapi bagi orang-orang bisnis yang dilandasi oleh rasa keagamaan mendalam akan mengetahui bahwa perilaku jujur akan memberikan kepuasan tersendiri dalam kehidupannya baik dalam dunia nyata sekarang apalagi dalam kehidupan nanti diakhirat. Hendaknya kehidupan dunia terutama dalam bisnis, tidak terlepas dari kehidupan dihari kemudian itu. Kelompok konglomerat yang sudah berhasil banyak menyatakan bahwa modal dasar dari perkembangan usahanya dimulai dari kejujuran. Apabila sudah bertemu pelaku bisnis dengan pelaku bisnis yang lain yang jujur, mereka saling memberitahu, dan akhirnya mereka berkelompok dihati masing-masing menjadi partner yang setia, dan mereka juga saling menginformasikan jika menemukan pelaku bisnis yang tidak jujur, agar terhindar dari penipuan.

1. Pengertian Etika Istilah etika diartikan sebagai suatu perbuatan standar (standard of conduct) yang memimpin individu dalam membuat keputusan. Ethics is the study of right and wrong and of the morality of choices made by individuals. An ethnical decision or action is one that is right according to some standard of behavior. Business ethics (sometimes referred to as management ethical is the application of moral standards to business decisions and actions). Etik ialah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan seseorang. Keputusan etik ialah suatu hal yang benar mengenai perilaku standar. Etika bisnis kadang-kadang disebut pula etika manajemen, yaitu penerapan standar moral kedalam kegiatan bisnis. W.F. Schoell
2. Menyatakan: Business Ethics is a system of "oughts" a collection of principles and rules of conduct based on beliefs about what is right and wrong business behavior. Behavior that conforms to these principles is ethical (Schoell, 1993: 46). Some pholosophers say that behavior is ethical if it follows the will of God. Etika bisnis mencakup hubungan antara perusahaan dengan orang yang menginvestasi uangnya dalam perusahaan, dengan konsumen, pegawai, kreditur, saingan, dan sebagainya. Orang yang menanam uang atau investor menginginkan manajemen dapat mengelola perusahaan secara berhasil, sehingga dapat menghasilkan keuntungan bagi mereka. Konsumen menginginkan agar perusahaan menghasilkan produk bermutu dan dapat dipercaya dan dengan harga yang layak. Para karyawan menginginkan agar perusahaan mampu membayar balas jasa yang layak bagi kehidupan mereka, memberi kesempatan naik pangkat atau promosi jabatan. Pihak kreditur mengharapkan agar semua utang perusahaan dapat dibayar tepat pada waktunya dan membuat laporan keuangan yang dapat dipercaya dan dibuat secara teratur. Pihak saingan mengharapkan agar dalam persaingan dilakukan secara baik, tidak merugikan dan menghancurkan pihak lain. Orang-orang bisnis diharapkan bertindak secara etis dalam berbagai aktivitasnya di masyarakat. Harus ada etik dalam menggunakan sumber daya yang terbatas di masyarakat dan apa akibat dari pemakaian sumber daya tersebut, apa akibat dari proses produksi yang ia lakukan? Diharapkan orang bisnis memiliki standar etik yang lebih tinggi di masyarakat, karena mereka langsung berhadapan dengan masyarakat yang selalu mengawasi kegiatan mereka. Etik yang dimiliki oleh masing-masing individu sebenarnya merupakan perkembangan dari etik sejak dulu, yang dianut oleh dan disampaikan kepada kita oleh orang tua, guru, pemimpin agama, dan lingkungan kita secara keseluruhan. Jadi etik yang digunakan oleh orang bisnis tidak terlepas dari sumber-sumber yang sama. Definisi lain menyatakan: Business ethics is about building of trust between people and organizations, an absolutely essential ingredient to conducting business successfully especially in the long term (Linda Klebe Trevino, 1995: 290). Etika bisnis menyangkut usaha membangun kepercayaan antara anggota masyarakat dengan perusahaan, dan ini merupakan elemen sangat penting buat suksesnya suatu bisnis dalam jangka panjang. Etika Bisnis ini sangat kompleks dan sensitif, tapi sebenarnya ini bukan barang baru. Etika sudah dikenal sejak 560 tahun SM, seorang filosof Greek bernama Chilon menyatakan a Merchant does better to take a loss than to make a dishonest profit The only sustainable competitive advantage any business has is its reputation (Zimmerer, 1996: 21).
3. Jadi prinsipnya seorang wirausaha lebih baik merugi daripada melakukan perbuatan tidak terpuji. Para pengusaha semaksimal mungkin harus menghindarkan pertengkaran, apalagi yang akan menyebabkan putus hubungan. Semua claim dari relasi sampai tingkat tertentu harus dilayani dengan penuh toleransi. Harus dicari win-win solution pada setiap persengketaan. Cepat ganti barang baru, jika ada claim yang benar. Semua ini untuk menjaga reputasi, nama baik perusahaaan. Perbuatan tidak terpuji, berlaku curang, tidak jujur, tidak menepati janji, akan meruntuhkan martabat bisnisnya, sedangkan martabat atau reputasi adalah satu kata magis yang harus dijunjung tinggi oleh seorang wirausaha, yang akan merupakan competitive advantage, keungulan bersaing yang abadi, dan menang selama-lamanya. Menjunjung tinggi etika harus dilakukan terhadap stakeholder perusahaan, apakah external stakeholder seperti: konsumen, kelompok-kelompok yang berhubungan dengan perusahaan, organisasi buruh, pihak pemasok, pemerintah, creditors, masyarakat umum atau internal stakeholder seperti unsur pimpinan, tim manajemen, investor dan karyawan. Menjaga etika adalah suatu hal yang sangat penting untuk melindungi reputasi perusahaan. Masalah etika ini selalu dihadapi oleh para manajer dalam keseharian kegiatan bisnis, namun harus selalu dijaga terus menerus, sebab reputasi sebagai perusahaan yang etis tidak dibentuk dalam waktu pendek, tapi akan terbentuk dalam jangka panjang. Dan ini merupakan asset yang tak ternilai sebagai goodwill bagi sebuah perusahaan. Suatu trademark istimewa dalam competitive advantage.
4.  Apabila dilihat perilaku fundamental yang berhubungan dengan etika di masyarakat, dan berlaku sepanjang masa di semua etnis adalah:
1. sopan santun, selalu bicara benar, terus terang, tidak menipu, tidak mencuri,
2. integrity, memiliki prinsip, hormat, jangan dua muka,
3. jaga janji, bisa dipercaya bila berjanji, amanah, jangan mau menang sendiri,
4. fidelity, benar dan loyal pada keluarga, teman, jangan menyembunyikan informasi yang tidak perlu dirahasiakan,
5. fairness, berlaku fair, dan terbuka komit pada kedamaian, jika salah jangan tetap bertahan, tapi cepat mengakui kesalahan, perlakuan sama pada setiap orang, toleran,
6. caring for others, perhatian, baik budi, ikut andil, tolong siapa yang memerlukan,
7. respect for others, menghormati hak-hak orang lain, privacy, beri pertimbangan pada orang lain yang dianggap berguna, jangan berprasangka,
 8. responsible citizenship,. Patuh pada undang-undang dan peraturan yang berlaku, jika menjadi pemimpin harus bersifat ter buka dan menolong, pursuit of excellence, berbuatlah yang terbaik disegala kegiatan, dalam pertemuan, tanggungjawab, rajin, komit, tingkatkan kompetensi dalam segala bidang, jangan mau menang sendiri,
9. accountability, bertanggungjawab dalam segala perbuatan terutama dalam mengambil keputusan. (diringkas dari Zimmerer 1996:28) Untuk menjaga terlaksananya etika ini, maka didalam perusahaan dapat dilakukan menyusun "credo" perusahaan. Zimmerer menyatakan: A company credo defines the values underlying the entire company and its ethical responsibilities to its stakeholders. It offers general guidance in ethical issues. Kemudian dikembangkan kode etika didalam perusahaan secara tertulis, tidak terlalu rinci tapi cukup memuat hal-hal yang minimum saja seperti menyangkut tata sopan santun, keselamatan kerja, kesehatan, konflik, kemananan, kerahasiaan, kegiatan politik dalam perusahaan, melestarikan lingkungan dsb. Mendorong karyawan agar taat pada peraturan, adakan pelatihan-pelatihan, umumkan jika ada kejanggalan/ pelanggaran, ciptakan budaya perusahaan yang nyata diikuti / dibiasakan berlaku terus menerus. 2. Budaya Perusahaan Untuk menanamkan kebiasaan baik pada karyawan, maka perlu dikembangkan budaya perusahaan dalam sebuah organisasi. Apa yang dimaksudkan dengan Budaya Perusahaan: 1. Company culture is the system of shared values and beliefs employment have about the standards and criteria used in the firm to judge achieve ment, individual contribution, and expertise (W. F. Schoell, 1196: 289) 2. Organization culture refers to a system of shared meaning held by mem bers that distinguishes the organization from other organizations (Robbins, 1996: 206) 3. Corporate culture define as the shared experiences, stories, beliefs and norms that characterize an organization (Kotler, 1997: 67) Budaya Perusahaan ialah karakteristik suatu organisasi perusahaan yang mencakup pengalaman, cerita, kepercayaan dan norma-norma bersama yang dianut oleh seluruh jajaran perusahaan. Misalnya pada sebuah perusahaan dapat kita lihat, bagaimana karyawannya berpakaian, berbicara, melayani tamu, pengaturan kantor, dsb. Jika pada sebuah perusahaan ada kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik, ini harus cepat diubah. Kemampuan mengubah budaya perusahaan merupakan kunci keberhasilan menyusun dan melaksanakan strategi perusahaan untuk masa depan. Dalam hal ini contoh suritauladan dari unsur pimpinan akan ditiru langsung oleh karyawan. Jadi faktor pimpinan sangat berpengaruh terhadap pembentukan budaya perusahaan. Budaya perusahaan ini dapat membuat karyawan gairah, termotivasi, disiplin, suka, memiliki moral tinggi atau malahan sebaliknya tidak bergairah, tidak disiplin, santai, malas, selalu mengharap imbalan, dsb.
5.  Perbedaan latar belakang budaya dari setiap orang dari berbagai etnis, akan membuat perbedaan pula dalam cara mereka bertindak. Adakalanya budaya perusahaan merupakan suatu kekuatan yang tidak tampak, tapi sangat berpengaruh terhadap pikiran, perasaan dan tindakan seseorang dalam bekerja. Oleh sebab itu pengembangan budaya perusahaan harus dilakukan, karena sangat bermanfaat untuk: meningkatkan sense of identity, sense of belonging, komitmen bersama, stabilitas internal perusahaan, pengendalian sifat-sifat yang kurang baik, dan akhirnya akan menjadi pembeda satu perusahaan dengan perusahaan lain, dan akhirnya akan menimbulkan citra tersendiri bagi kemajuan perusahaan.

Kesimpulan dari bacaan pertama ini adalah :
kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai sesuatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko.
Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam berusaha dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam suatu perusahaan.
Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas stakeholder dalam membuat keputusan-keputusan perusahaan dan dalam memecahkan persoalan perusahaan. Hal ini disebabkan semua keputusan perusahaan sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh stakeholder. Stakeholder adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh pada keputusan-keputusan perusahaan.










BACAAN 2

ETIKA WIRAUSAHA

A.   Etika wirausaha
Etika berasal dari bahasa perancis Etiquette yang berarti kartu undangan, pada saat itu Raja-raja perancis sering mengundang para tamu dengan menggunakan kartu undangan. Dalam kartu undangan tercantum persyaratan atau ketentuan untuk menghadiri acara seperti waktu acara dan pakaian yang harus dikenakan.
Dalam arti luas etika adalah tata cara berhubungan dengan manusia lain. Etika sering disebut sebagai tindakan mengatur tingkah laku atau perilaku manusia dengan masyarakat.  Tingkah laku perlu diatur agar tidak melanggar norma-norma atau kebiasaan yang berlaku di masyarakat, karena norma-norma atau kebiasaan masyarakat disetiap daerah negara berbeda-beda.
Dalam etika berwriausaha perlu ada ketentuan-ketentuan yang mengaturnya, yaitu:

1.      Sikap dan perilaku seorang pengusaha harus mengikuti norma yang berlaku dalam suatu negara atau masyarakat.
2.      Penampilan yang ditunjukan seorang pengusaha harus selalu apik, sopan, terutama dalam menghadapi situasi atau acara-acara tertentu.
3.      Cara berpakaian pengusaha juga harus sopan dan sesuai dengan tempat dan waktu yang berlaku.
4.      Cara berbicara seorang pengusaha juga mencerminkan usahanya, sopan, penuh tata karma, tidak menyinggung atau mencela orang lain.
5.      Gerak-gerik seorang pengusaha juga dapat menyenangkan orang lain, hindarkan gerak-gerik yang dapat mencurigakan.

Etika atau norma yang harus ada dalam benak dan jiwa setiap pengusa adalah sebagai berikut:
1.      Kejujuran
Seorang pengusaha harus selalu bersikap jujur baik dalam berbicara maupun bertindak. Jujur perlu agar berbagai pihak percaya terhadap apa yang akan dilakukan. Tanpa kejujuran usaha tidak akan maju dan tidak dipercaya konsumen atau mitra kerjanya.
2.      Bertanggung jawab
Pengusaha harus bertanggung jawab terhadap segala kegiatan yang dilakukan dalam bidang usahnya. Kawajiban terhadap berbagai pihak harus segera diselesaikan. Tanggung jawab tidak hanya terbatas pada kewajiban, tetapi juga kepada seluruh karyawannya, masyarakat, dan pemerintah.
3.      Menepati janji
Pengusaha dituntut untuk selalu menepati janji, misalnya dalam hal pembayaran, pengiriman barang atau penggantian. Sekali saja seorang pengusaha ingkar janji, hilanglah kepercayaan pihak lain terhadapnya. Pengusaha juga harus konsisten terhadap apa yang telah dibuat dan disepakati sebelumnya.
4.      Disiplin
Pengusaha dituntut untuk selalu disiplin dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan usahnya, misalnya dalam hal waktu pembayaran atau pelaporan kegiatan usahanya.
5.      Taat hukum
Pengusaha harus selalu patuh dan menaati hokum yang berlaku, baik yang berkaitan dengan masyarakat ataupun pemerintah. Pelanggaran terhadap hokum dan peraturan yang telah dibuatkan berakibat fatal dikemudian hari. Bahkan, hal itu akan menjadi beban moral bagi penguasaha apabila tidak diselesaikan.
6.      Suka membantu
Pengusaha secara moral harus sanggup membantu berbagai pihak yang memerlukan bantuan. Sikap ringan tangan ini dapat ditunjukkan kepada masyarakat dalam berbagai cara. Pengusaha yang terkesan pelit akan dimusuhi banyak orang.
7.      Komitmen dan menghormati
Pengusaha harus komitmen dengan apa yang mereka jalankan dan menghargai komitmen dengan pihak-pihak lain. Pengusaha yang menjunjung tinggi komitmen terhadap apa yang telah diucapkan atau disepakati akan dihargai oleh berbagai pihak.
8.      Mengejar prestasi
Pengusaha yang sukses harus selalu berusaha mengejar prestasi setinggi mungkin. Tujuannya agar perusaaan dapat terus bertahan dari waktu kewaktu. Prestasi yang berhasil dicapai perlu terus ditingkatkan. Disamping itu, pengusaha juga harus tahan mental dan tidak mudah putus asa terhadap berbagai kondisi dan situasi yang dihadapinya.

B.     Tujuan dan manfaat etika wirausaha
Tujuan etika harus sejalan dengan tujuan perusahaan, ada beberapa tujuan etika yang selalu ingin dicapai oleh perusahaan, yaitu:
1.      Untuk persahabatan dan pergaulan
Etika dapat meningkatkan keakraban dengan karyawan, pelanggan atau pihak-pihak lain yang berkepentingan. Suasana akrab akan berubah menjadi persahabatan dan menambah luasnya pergaulan. Jika karyawan, pelanggan, dan masyarakat menjadi akrab, segala urusan akan menjadi lebih mudah dan lancer.
2.      Menyenangkan orang lain
Sikap menyenangkan orang lain merupakan sikap yang mulia. Jika kita ingin dihormati, maka hormatilah orang lain.  Menyenangkan orang berarti membuat orang menjadi suka dan puas terhadap pelayanan yang diberikan. Jika pelanggan merasa senang dan puas atas pelayanan yang diberikan, diharapkan mereka akan mengulangnya kembali suatu waktu.
3.      Membujuk pelanggan
Setiap calon pelanggan memiliki karakter tersendiri. Kadang-kadang calon pelanggan perlu dibujuk agar mau menjadi pelanggan. Berbagai cara dapat dilakukan oleh perusahaan untuk membujuk calon pelanggan, salah satunya dengan cara melalui etika yang ditunjukan seluruh karyawan perusahaan.



4.      Mempertahankan pelanggan
Ada anggapan mempertahankan planggan jauh lebih sulit daripada mencari pelanggan, dan ada juga yang beranggapan bahwa mempertahankan pelanggan lebih mudah karena merka sudah merakan produk atau layanan yang diberikan.
5.      Membina dan menjaga hubungan
Hubungan yang sudah berjalan baik harus tetap dan terus dibina. Hindari adanya perbedaan paham atau konflik. Dengan etika ciptakan hubungan dalam suasana akrab dan lebih baik.

C.     Sikap dan perilaku wirausaha
Sikap dan tingkah laku menunjukan kepribadian karyawan suatu perusahaan, dan diberikan kepada seluruh pelanggan tanpa pandang bulu.
Ada beberapa sikap dan perilaku yang harus dijalankan oleh pengusaha dan seluruh karyawan, yaitu:
1.      Jujur dalam bertindak dan bersikap
Sikap jujur merupakan modal utama seorang karyawan dalam melayani pelanggan. Kejujuran dalam berkata, berbicara, bersikap, maupun bertindak. Kejujuran inilah yang akan menumbuhkan kepercayaan pelanggan atas layanan yang diberikan.
2.      Rajin, tepat waktu, dan tidak pemalas
Seorang karyawan dituntuk untuk rajin dan tepat waktu dalam bekerja terutama dalam melayani pelanggan dan tidak boleh malas dalam bekerja.
3.      Selalu murah senyum
Dalam menghadapi tamu/pelanggan, seorang karyawan harus selalu murah senyum, jangan sekali-kali bersikap murung atau cemberut. Dengan senyum kita mampu meruntuhkan hati pelanggan untuk menyukai produk atau perusahaan kita.
4.      Lemah-lembut dan ramah-tamah
Dalam bersikap dan berbicara pada saat melayani pelanggan atau tamu hendaknya dengan suara lemah lembut dan sikap yang tamah tamah. Ini dapat menarik minat tamu dan membuat pelanggan betah berhubungan dengan perusahaan.
5.      Sopan santun dan hormat
Dalam memberikan pelayanan keapda pelanggan hendanya selalu bersikap sopan dan hormat. Dengan demikian pelanggan juga akan menghormati pelayanan yang diberikan karyawan tersebut.

6.      Selalu ceria dan padai bergaul
Sikap selalu ceria yang ditunjukan karyawan dapat memecahkan kekakuan yang ada, sedangkan sikap pandai bergaul juga akan menyebabkan pelanggan merasa cepat akrab dan merasa seperti teman lama sehingga segala sesuatu berjalan lancer.
7.      Fleksibel dan suka menolong pelanggan
Dalam menghadapi pelanggan, karyawan harus dapat memberikan pengertian dan mau mengalah kepada pelanggan. Segala sesuatu dapat diselesaikan dan selalu ada jala keluarnya dengan cara yang fleksibel. Karyawan diharapkan suka menolong pelanggan yang mengalami kesulitan sampai menemui jalan keluarnya.
8.      Serius dan memiliki rasa tanggung jawab
Dalam melayani pelanggan karyawan harus serius dan sungguh-sungguh, tabah dalam menghadapi pelanggan yang sulit berkomunikasi atau yang suka ngeyel. Dan juga harus mampu bertanggung jawab terhadap pekerjaannya samapi pelanggan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan.
9.      Rasa memiliki persahaan yang tinggi
Rasa kepemilikan ini akan memotivasi karyawan untuk melayani pelanggan, disamping itu karyawan juga harus memiliki jiwa pengabdian, loyal, dan setia terhadap perusahaan.

D.     Ciri-ciri wirausaha yang berhasil
Berwirausaha tidak selalu emberikan hasil yang sesuai dengan harapan dan keinginan pengusaha, ada pengusaha yang mengalami kerugian dan akhirnya bangkrut, dan ada juga pengusaha yang awalnya hidup sederhana menjadi sukses dengan ketekunannya.
Ada beberapa ciri wirausahawan yang dikatakan berhasil, yaitu:
1.      Memiliki visi dan tujuan yang jelas
Berfungsi untuk menebak kemana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui apa yang akan dilakukan oleh pengusaha tersebut.

2.      Inisiatif dan selalu proaktif
Merupakan cirri mendasar dimana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.

3.      Berorientasi pada prestasi
Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya, seperti mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama.
4.      Berani mengambil risiko
Merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapan pun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.

5.      Kerja keras
Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, dimana ada peluang disitu ia datang. Kadang-kadang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya, karna selalu memikirkan kemajuan usahanya, dan ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja keras meralisasikannya.

6.      Bertanggung jawab terhadap segala aktiitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawabnya tidak hanya pada material tetapi juga moral kepada berbagai pihak.

7.      Komitmen pada berbagai pihak merupakan cirri yang harus diipegang teguh dan harus ditepati.

8.      Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan lansung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak, seperti kepada para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.

Kesimpulan dari bacaan kedua ini adalah :
Kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Kemampuan menciptakan memerlukan adanya kreativitas dan inovasi yang terus-menerus untuk menemukan sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya yang akhirnya mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat banyak. Seorang wirausaha harus memiliki etika dalam menjalankan usahanya, yaitu antara lain: Sikap dan perilaku; Penampilan; Cara berpakaian; Cara berbicara; dan Gerak-gerik.
Dalam etika ada beberapa manfaat yang dapat dipetik, yaitu: Persahabatan dan pergaulan; Menyenangkan orang lain; Membujuk pelanggan; Mempertahankan pelanggan; Membina dan menjaga hubungan; serta Berusaha menarik pelanggan
Sikap dan perilaku yang harus dijalankan oleh pengusaha dan seluruh karyawan sesuai dengan etika wirausaha, yaitu: jujur dalam bertindak dan bersikap; rajin, tepat waktu, dan tidak pemalas; selalu murah senyum; lemah lembut dan ramah-tamah; sopan santun dan hormat; selalu ceria dan pandai bergaul; fleksibel dan memiliki rasa tanggung jawab; serius dan suka menolong; serta rasa memiliki perusahaan yang tinggi.
Beberapa cirri wirausahawan yang dikatakan berhasil, yaitu: memiliki visi dan tujuan yang jelas; inisiatif dan selalu proaktif; berorientasi pada prestasi; berani mengambil risiko; kerja keras; bertangung jawab; komitmen pada berbagai pihak; serta mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar