BACAAN 1
A. ETIKA WIRAUSAHA
Etika wirausaha dalam istilah lebih populernya adalah etika
bisnis. Mengapa etika bisnis ini diangkat menjadi salah satu kajian adalah
seorang wirausaha dalam menjalankan bisnisnya ditengah-tengah masyarakat harus
mempunyai etika yang baik. Kunci suksesnya suatu usaha adalah bagaimana
mengedepankan etika dan kejujuran dalam usaha, kepercayaan mempunyai peranan
yang sangat besar dalam membesarkan usaha. Pengusaha besar dalam membina
pengusaha kecil UKM lebih mengedepankan kejujuran dan kepercayaan, modal usaha
akan dapat diperoleh dengan mudah ketika orang telah mempercayai dan dapat
dipercaya. Dalam dunia bisnis semua orang tidak mengharapkan memperoleh
perlakuan tidak jujur dari sesamanya. Praktek manipulasi tidak akan terjadi
jika dilandasi moral yang tinggi. Moral dan tingkat kejujuran rendah akan
menghancurkan tata nilai etika bisnis itu sendiri. Masalahnya ialah tidak ada
hukuman yang tegas terhadap pelanggaran etika tersebut, karena nilai etika
hanya ada dalam hati nurani seseorang. Etika mempunyai kendali intern dalam
hati, berbeda dengan aturan hukum yang mempunyai unsur paksaan ekstern. Akan
tetapi bagi orang-orang bisnis yang dilandasi oleh rasa keagamaan mendalam akan
mengetahui bahwa perilaku jujur akan memberikan kepuasan tersendiri dalam
kehidupannya baik dalam dunia nyata sekarang apalagi dalam kehidupan nanti
diakhirat. Hendaknya kehidupan dunia terutama dalam bisnis, tidak terlepas dari
kehidupan dihari kemudian itu. Kelompok konglomerat yang sudah berhasil banyak
menyatakan bahwa modal dasar dari perkembangan usahanya dimulai dari kejujuran.
Apabila sudah bertemu pelaku bisnis dengan pelaku bisnis yang lain yang jujur,
mereka saling memberitahu, dan akhirnya mereka berkelompok dihati masing-masing
menjadi partner yang setia, dan mereka juga saling menginformasikan jika
menemukan pelaku bisnis yang tidak jujur, agar terhindar dari penipuan.
1. Pengertian
Etika Istilah etika diartikan sebagai suatu perbuatan standar (standard of
conduct) yang memimpin individu dalam membuat keputusan. Ethics is the study of
right and wrong and of the morality of choices made by individuals. An ethnical
decision or action is one that is right according to some standard of behavior.
Business ethics (sometimes referred to as management ethical is the application
of moral standards to business decisions and actions). Etik ialah suatu studi
mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan seseorang.
Keputusan etik ialah suatu hal yang benar mengenai perilaku standar. Etika
bisnis kadang-kadang disebut pula etika manajemen, yaitu penerapan standar
moral kedalam kegiatan bisnis. W.F. Schoell
2. Menyatakan:
Business Ethics is a system of "oughts" a collection of principles
and rules of conduct based on beliefs about what is right and wrong business
behavior. Behavior that conforms to these principles is ethical (Schoell, 1993:
46). Some pholosophers say that behavior is ethical if it follows the will of
God. Etika bisnis mencakup hubungan antara perusahaan dengan orang yang
menginvestasi uangnya dalam perusahaan, dengan konsumen, pegawai, kreditur,
saingan, dan sebagainya. Orang yang menanam uang atau investor menginginkan
manajemen dapat mengelola perusahaan secara berhasil, sehingga dapat
menghasilkan keuntungan bagi mereka. Konsumen menginginkan agar perusahaan
menghasilkan produk bermutu dan dapat dipercaya dan dengan harga yang layak.
Para karyawan menginginkan agar perusahaan mampu membayar balas jasa yang layak
bagi kehidupan mereka, memberi kesempatan naik pangkat atau promosi jabatan.
Pihak kreditur mengharapkan agar semua utang perusahaan dapat dibayar tepat
pada waktunya dan membuat laporan keuangan yang dapat dipercaya dan dibuat
secara teratur. Pihak saingan mengharapkan agar dalam persaingan dilakukan
secara baik, tidak merugikan dan menghancurkan pihak lain. Orang-orang bisnis
diharapkan bertindak secara etis dalam berbagai aktivitasnya di masyarakat.
Harus ada etik dalam menggunakan sumber daya yang terbatas di masyarakat dan
apa akibat dari pemakaian sumber daya tersebut, apa akibat dari proses produksi
yang ia lakukan? Diharapkan orang bisnis memiliki standar etik yang lebih
tinggi di masyarakat, karena mereka langsung berhadapan dengan masyarakat yang
selalu mengawasi kegiatan mereka. Etik yang dimiliki oleh masing-masing
individu sebenarnya merupakan perkembangan dari etik sejak dulu, yang dianut
oleh dan disampaikan kepada kita oleh orang tua, guru, pemimpin agama, dan
lingkungan kita secara keseluruhan. Jadi etik yang digunakan oleh orang bisnis
tidak terlepas dari sumber-sumber yang sama. Definisi lain menyatakan: Business
ethics is about building of trust between people and organizations, an
absolutely essential ingredient to conducting business successfully especially
in the long term (Linda Klebe Trevino, 1995: 290). Etika bisnis menyangkut
usaha membangun kepercayaan antara anggota masyarakat dengan perusahaan, dan
ini merupakan elemen sangat penting buat suksesnya suatu bisnis dalam jangka
panjang. Etika Bisnis ini sangat kompleks dan sensitif, tapi sebenarnya ini
bukan barang baru. Etika sudah dikenal sejak 560 tahun SM, seorang filosof
Greek bernama Chilon menyatakan a Merchant does better to take a loss than to
make a dishonest profit The only sustainable competitive advantage any business
has is its reputation (Zimmerer, 1996: 21).
3. Jadi
prinsipnya seorang wirausaha lebih baik merugi daripada melakukan perbuatan
tidak terpuji. Para pengusaha semaksimal mungkin harus menghindarkan
pertengkaran, apalagi yang akan menyebabkan putus hubungan. Semua claim dari
relasi sampai tingkat tertentu harus dilayani dengan penuh toleransi. Harus
dicari win-win solution pada setiap persengketaan. Cepat ganti barang baru,
jika ada claim yang benar. Semua ini untuk menjaga reputasi, nama baik
perusahaaan. Perbuatan tidak terpuji, berlaku curang, tidak jujur, tidak
menepati janji, akan meruntuhkan martabat bisnisnya, sedangkan martabat atau
reputasi adalah satu kata magis yang harus dijunjung tinggi oleh seorang
wirausaha, yang akan merupakan competitive advantage, keungulan bersaing yang
abadi, dan menang selama-lamanya. Menjunjung tinggi etika harus dilakukan
terhadap stakeholder perusahaan, apakah external stakeholder seperti: konsumen,
kelompok-kelompok yang berhubungan dengan perusahaan, organisasi buruh, pihak
pemasok, pemerintah, creditors, masyarakat umum atau internal stakeholder
seperti unsur pimpinan, tim manajemen, investor dan karyawan. Menjaga etika
adalah suatu hal yang sangat penting untuk melindungi reputasi perusahaan.
Masalah etika ini selalu dihadapi oleh para manajer dalam keseharian kegiatan
bisnis, namun harus selalu dijaga terus menerus, sebab reputasi sebagai
perusahaan yang etis tidak dibentuk dalam waktu pendek, tapi akan terbentuk
dalam jangka panjang. Dan ini merupakan asset yang tak ternilai sebagai
goodwill bagi sebuah perusahaan. Suatu trademark istimewa dalam competitive
advantage.
4. Apabila dilihat perilaku fundamental yang
berhubungan dengan etika di masyarakat, dan berlaku sepanjang masa di semua
etnis adalah:
1. sopan santun, selalu bicara benar, terus terang, tidak
menipu, tidak mencuri,
2. integrity, memiliki prinsip, hormat, jangan dua muka,
3. jaga janji, bisa dipercaya bila berjanji, amanah, jangan
mau menang sendiri,
4. fidelity, benar dan loyal pada keluarga, teman, jangan
menyembunyikan informasi yang tidak perlu dirahasiakan,
5. fairness, berlaku fair, dan terbuka komit pada kedamaian,
jika salah jangan tetap bertahan, tapi cepat mengakui kesalahan, perlakuan sama
pada setiap orang, toleran,
6. caring for others, perhatian, baik budi, ikut andil,
tolong siapa yang memerlukan,
7. respect for others, menghormati hak-hak orang lain,
privacy, beri pertimbangan pada orang lain yang dianggap berguna, jangan
berprasangka,
8. responsible
citizenship,. Patuh pada undang-undang dan peraturan yang berlaku, jika menjadi
pemimpin harus bersifat ter buka dan menolong, pursuit of excellence,
berbuatlah yang terbaik disegala kegiatan, dalam pertemuan, tanggungjawab,
rajin, komit, tingkatkan kompetensi dalam segala bidang, jangan mau menang sendiri,
9. accountability, bertanggungjawab dalam segala perbuatan
terutama dalam mengambil keputusan. (diringkas dari Zimmerer 1996:28) Untuk
menjaga terlaksananya etika ini, maka didalam perusahaan dapat dilakukan
menyusun "credo" perusahaan. Zimmerer menyatakan: A company credo
defines the values underlying the entire company and its ethical
responsibilities to its stakeholders. It offers general guidance in ethical
issues. Kemudian dikembangkan kode etika didalam perusahaan secara tertulis,
tidak terlalu rinci tapi cukup memuat hal-hal yang minimum saja seperti
menyangkut tata sopan santun, keselamatan kerja, kesehatan, konflik, kemananan,
kerahasiaan, kegiatan politik dalam perusahaan, melestarikan lingkungan dsb.
Mendorong karyawan agar taat pada peraturan, adakan pelatihan-pelatihan,
umumkan jika ada kejanggalan/ pelanggaran, ciptakan budaya perusahaan yang
nyata diikuti / dibiasakan berlaku terus menerus. 2. Budaya Perusahaan Untuk
menanamkan kebiasaan baik pada karyawan, maka perlu dikembangkan budaya
perusahaan dalam sebuah organisasi. Apa yang dimaksudkan dengan Budaya
Perusahaan: 1. Company culture is the system of shared values and beliefs
employment have about the standards and criteria used in the firm to judge
achieve ment, individual contribution, and expertise (W. F. Schoell, 1196: 289)
2. Organization culture refers to a system of shared meaning held by mem bers
that distinguishes the organization from other organizations (Robbins, 1996:
206) 3. Corporate culture define as the shared experiences, stories, beliefs
and norms that characterize an organization (Kotler, 1997: 67) Budaya
Perusahaan ialah karakteristik suatu organisasi perusahaan yang mencakup
pengalaman, cerita, kepercayaan dan norma-norma bersama yang dianut oleh
seluruh jajaran perusahaan. Misalnya pada sebuah perusahaan dapat kita lihat,
bagaimana karyawannya berpakaian, berbicara, melayani tamu, pengaturan kantor,
dsb. Jika pada sebuah perusahaan ada kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik, ini
harus cepat diubah. Kemampuan mengubah budaya perusahaan merupakan kunci
keberhasilan menyusun dan melaksanakan strategi perusahaan untuk masa depan.
Dalam hal ini contoh suritauladan dari unsur pimpinan akan ditiru langsung oleh
karyawan. Jadi faktor pimpinan sangat berpengaruh terhadap pembentukan budaya
perusahaan. Budaya perusahaan ini dapat membuat karyawan gairah, termotivasi,
disiplin, suka, memiliki moral tinggi atau malahan sebaliknya tidak bergairah,
tidak disiplin, santai, malas, selalu mengharap imbalan, dsb.
5. Perbedaan latar belakang budaya dari setiap
orang dari berbagai etnis, akan membuat perbedaan pula dalam cara mereka
bertindak. Adakalanya budaya perusahaan merupakan suatu kekuatan yang tidak
tampak, tapi sangat berpengaruh terhadap pikiran, perasaan dan tindakan seseorang
dalam bekerja. Oleh sebab itu pengembangan budaya perusahaan harus dilakukan,
karena sangat bermanfaat untuk: meningkatkan sense of identity, sense of
belonging, komitmen bersama, stabilitas internal perusahaan, pengendalian
sifat-sifat yang kurang baik, dan akhirnya akan menjadi pembeda satu perusahaan
dengan perusahaan lain, dan akhirnya akan menimbulkan citra tersendiri bagi
kemajuan perusahaan.
Kesimpulan dari bacaan pertama ini adalah :
kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai sesuatu kemampuan kreatif
dan inovatif (create new and different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber
daya, proses dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang
dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko.
Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha
berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam berusaha
dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam suatu perusahaan.
Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas
stakeholder dalam membuat keputusan-keputusan perusahaan dan dalam memecahkan
persoalan perusahaan. Hal ini disebabkan semua keputusan perusahaan sangat
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh stakeholder. Stakeholder adalah semua
individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh pada keputusan-keputusan
perusahaan.
BACAAN 2
ETIKA WIRAUSAHA
A. Etika
wirausaha
Etika
berasal dari bahasa perancis Etiquette yang berarti kartu
undangan, pada saat itu Raja-raja perancis sering mengundang para tamu dengan
menggunakan kartu undangan. Dalam kartu undangan tercantum persyaratan atau
ketentuan untuk menghadiri acara seperti waktu acara dan pakaian yang harus
dikenakan.
Dalam
arti luas etika adalah tata cara berhubungan dengan manusia lain. Etika sering
disebut sebagai tindakan mengatur tingkah laku atau perilaku manusia dengan
masyarakat. Tingkah laku perlu diatur agar tidak melanggar
norma-norma atau kebiasaan yang berlaku di masyarakat, karena norma-norma atau
kebiasaan masyarakat disetiap daerah negara berbeda-beda.
Dalam etika berwriausaha perlu ada
ketentuan-ketentuan yang mengaturnya, yaitu:
1. Sikap dan perilaku seorang pengusaha harus mengikuti norma
yang berlaku dalam suatu negara atau masyarakat.
2. Penampilan yang ditunjukan seorang pengusaha harus selalu apik,
sopan, terutama dalam menghadapi situasi atau acara-acara tertentu.
3. Cara berpakaian pengusaha juga harus sopan dan sesuai dengan
tempat dan waktu yang berlaku.
4. Cara berbicara seorang pengusaha juga mencerminkan usahanya,
sopan, penuh tata karma, tidak menyinggung atau mencela orang lain.
5. Gerak-gerik seorang pengusaha juga dapat menyenangkan orang
lain, hindarkan gerak-gerik yang dapat mencurigakan.
Etika atau norma yang harus ada
dalam benak dan jiwa setiap pengusa adalah sebagai berikut:
1. Kejujuran
Seorang
pengusaha harus selalu bersikap jujur baik dalam berbicara maupun bertindak.
Jujur perlu agar berbagai pihak percaya terhadap apa yang akan dilakukan. Tanpa
kejujuran usaha tidak akan maju dan tidak dipercaya konsumen atau mitra
kerjanya.
2. Bertanggung jawab
Pengusaha
harus bertanggung jawab terhadap segala kegiatan yang dilakukan dalam bidang
usahnya. Kawajiban terhadap berbagai pihak harus segera diselesaikan. Tanggung
jawab tidak hanya terbatas pada kewajiban, tetapi juga kepada seluruh
karyawannya, masyarakat, dan pemerintah.
3. Menepati janji
Pengusaha
dituntut untuk selalu menepati janji, misalnya dalam hal pembayaran, pengiriman
barang atau penggantian. Sekali saja seorang pengusaha ingkar janji, hilanglah
kepercayaan pihak lain terhadapnya. Pengusaha juga harus konsisten terhadap apa
yang telah dibuat dan disepakati sebelumnya.
4. Disiplin
Pengusaha
dituntut untuk selalu disiplin dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan
usahnya, misalnya dalam hal waktu pembayaran atau pelaporan kegiatan usahanya.
5. Taat hukum
Pengusaha
harus selalu patuh dan menaati hokum yang berlaku, baik yang berkaitan dengan
masyarakat ataupun pemerintah. Pelanggaran terhadap hokum dan peraturan yang
telah dibuatkan berakibat fatal dikemudian hari. Bahkan, hal itu akan menjadi
beban moral bagi penguasaha apabila tidak diselesaikan.
6. Suka membantu
Pengusaha
secara moral harus sanggup membantu berbagai pihak yang memerlukan bantuan.
Sikap ringan tangan ini dapat ditunjukkan kepada masyarakat dalam berbagai
cara. Pengusaha yang terkesan pelit akan dimusuhi banyak orang.
7. Komitmen dan menghormati
Pengusaha
harus komitmen dengan apa yang mereka jalankan dan menghargai komitmen dengan
pihak-pihak lain. Pengusaha yang menjunjung tinggi komitmen terhadap apa yang
telah diucapkan atau disepakati akan dihargai oleh berbagai pihak.
8. Mengejar prestasi
Pengusaha
yang sukses harus selalu berusaha mengejar prestasi setinggi mungkin. Tujuannya
agar perusaaan dapat terus bertahan dari waktu kewaktu. Prestasi yang berhasil
dicapai perlu terus ditingkatkan. Disamping itu, pengusaha juga harus tahan
mental dan tidak mudah putus asa terhadap berbagai kondisi dan situasi yang
dihadapinya.
B. Tujuan dan
manfaat etika wirausaha
Tujuan etika harus sejalan dengan
tujuan perusahaan, ada beberapa tujuan etika yang selalu ingin dicapai oleh
perusahaan, yaitu:
1. Untuk persahabatan dan pergaulan
Etika
dapat meningkatkan keakraban dengan karyawan, pelanggan atau pihak-pihak lain
yang berkepentingan. Suasana akrab akan berubah menjadi persahabatan dan
menambah luasnya pergaulan. Jika karyawan, pelanggan, dan masyarakat menjadi
akrab, segala urusan akan menjadi lebih mudah dan lancer.
2. Menyenangkan orang lain
Sikap
menyenangkan orang lain merupakan sikap yang mulia. Jika kita ingin dihormati,
maka hormatilah orang lain. Menyenangkan orang berarti membuat orang
menjadi suka dan puas terhadap pelayanan yang diberikan. Jika pelanggan merasa
senang dan puas atas pelayanan yang diberikan, diharapkan mereka akan
mengulangnya kembali suatu waktu.
3. Membujuk pelanggan
Setiap
calon pelanggan memiliki karakter tersendiri. Kadang-kadang calon pelanggan
perlu dibujuk agar mau menjadi pelanggan. Berbagai cara dapat dilakukan oleh
perusahaan untuk membujuk calon pelanggan, salah satunya dengan cara melalui
etika yang ditunjukan seluruh karyawan perusahaan.
4. Mempertahankan pelanggan
Ada
anggapan mempertahankan planggan jauh lebih sulit daripada mencari pelanggan,
dan ada juga yang beranggapan bahwa mempertahankan pelanggan lebih mudah karena
merka sudah merakan produk atau layanan yang diberikan.
5. Membina dan menjaga hubungan
Hubungan
yang sudah berjalan baik harus tetap dan terus dibina. Hindari adanya perbedaan
paham atau konflik. Dengan etika ciptakan hubungan dalam suasana akrab dan
lebih baik.
C. Sikap dan perilaku wirausaha
Sikap dan tingkah laku menunjukan
kepribadian karyawan suatu perusahaan, dan diberikan kepada seluruh pelanggan
tanpa pandang bulu.
Ada beberapa sikap dan perilaku yang
harus dijalankan oleh pengusaha dan seluruh karyawan, yaitu:
1. Jujur dalam bertindak dan bersikap
Sikap jujur merupakan modal utama
seorang karyawan dalam melayani pelanggan. Kejujuran dalam berkata, berbicara,
bersikap, maupun bertindak. Kejujuran inilah yang akan menumbuhkan kepercayaan
pelanggan atas layanan yang diberikan.
2. Rajin, tepat waktu, dan tidak pemalas
Seorang karyawan dituntuk untuk
rajin dan tepat waktu dalam bekerja terutama dalam melayani pelanggan dan tidak
boleh malas dalam bekerja.
3. Selalu murah senyum
Dalam menghadapi tamu/pelanggan,
seorang karyawan harus selalu murah senyum, jangan sekali-kali bersikap murung
atau cemberut. Dengan senyum kita mampu meruntuhkan hati pelanggan untuk
menyukai produk atau perusahaan kita.
4. Lemah-lembut dan ramah-tamah
Dalam bersikap dan berbicara pada
saat melayani pelanggan atau tamu hendaknya dengan suara lemah lembut dan sikap
yang tamah tamah. Ini dapat menarik minat tamu dan membuat pelanggan betah
berhubungan dengan perusahaan.
5. Sopan santun dan hormat
Dalam memberikan pelayanan keapda
pelanggan hendanya selalu bersikap sopan dan hormat. Dengan demikian pelanggan
juga akan menghormati pelayanan yang diberikan karyawan tersebut.
6. Selalu ceria dan padai bergaul
Sikap selalu ceria yang ditunjukan
karyawan dapat memecahkan kekakuan yang ada, sedangkan sikap pandai bergaul
juga akan menyebabkan pelanggan merasa cepat akrab dan merasa seperti teman
lama sehingga segala sesuatu berjalan lancer.
7. Fleksibel dan suka menolong pelanggan
Dalam menghadapi pelanggan, karyawan
harus dapat memberikan pengertian dan mau mengalah kepada pelanggan. Segala
sesuatu dapat diselesaikan dan selalu ada jala keluarnya dengan cara yang
fleksibel. Karyawan diharapkan suka menolong pelanggan yang mengalami kesulitan
sampai menemui jalan keluarnya.
8. Serius dan memiliki rasa tanggung jawab
Dalam melayani pelanggan karyawan
harus serius dan sungguh-sungguh, tabah dalam menghadapi pelanggan yang sulit
berkomunikasi atau yang suka ngeyel. Dan juga harus mampu bertanggung jawab
terhadap pekerjaannya samapi pelanggan merasa puas terhadap pelayanan yang
diberikan.
9. Rasa memiliki persahaan yang tinggi
Rasa kepemilikan ini akan memotivasi
karyawan untuk melayani pelanggan, disamping itu karyawan juga harus memiliki
jiwa pengabdian, loyal, dan setia terhadap perusahaan.
D. Ciri-ciri
wirausaha yang berhasil
Berwirausaha tidak selalu emberikan
hasil yang sesuai dengan harapan dan keinginan pengusaha, ada pengusaha yang
mengalami kerugian dan akhirnya bangkrut, dan ada juga pengusaha yang awalnya
hidup sederhana menjadi sukses dengan ketekunannya.
Ada beberapa ciri wirausahawan yang
dikatakan berhasil, yaitu:
1. Memiliki visi dan tujuan yang jelas
Berfungsi
untuk menebak kemana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui apa
yang akan dilakukan oleh pengusaha tersebut.
2. Inisiatif dan selalu proaktif
Merupakan
cirri mendasar dimana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi
terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai
kegiatan.
3. Berorientasi pada prestasi
Pengusaha
yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi
sebelumnya, seperti mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan
pelanggan menjadi perhatian utama.
4. Berani mengambil risiko
Merupakan
sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapan pun dan dimanapun, baik dalam
bentuk uang maupun waktu.
5. Kerja keras
Jam
kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, dimana ada peluang disitu ia datang.
Kadang-kadang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya, karna selalu
memikirkan kemajuan usahanya, dan ide-ide baru selalu mendorongnya untuk
bekerja keras meralisasikannya.
6. Bertanggung jawab terhadap segala aktiitas yang
dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawabnya tidak
hanya pada material tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
7. Komitmen pada berbagai pihak merupakan cirri yang harus
diipegang teguh dan harus ditepati.
8. Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai
pihak, baik yang berhubungan lansung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak,
seperti kepada para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.
Kesimpulan dari bacaan kedua ini adalah :
Kewirausahaan merupakan suatu
kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Kemampuan menciptakan
memerlukan adanya kreativitas dan inovasi yang terus-menerus untuk menemukan
sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya yang akhirnya mampu
memberikan kontribusi bagi masyarakat banyak. Seorang wirausaha harus memiliki
etika dalam menjalankan usahanya, yaitu antara lain: Sikap dan perilaku;
Penampilan; Cara berpakaian; Cara berbicara; dan Gerak-gerik.
Dalam
etika ada beberapa manfaat yang dapat dipetik, yaitu: Persahabatan dan
pergaulan; Menyenangkan orang lain; Membujuk pelanggan; Mempertahankan
pelanggan; Membina dan menjaga hubungan; serta Berusaha menarik pelanggan
Sikap
dan perilaku yang harus dijalankan oleh pengusaha dan seluruh karyawan sesuai
dengan etika wirausaha, yaitu: jujur dalam bertindak dan bersikap; rajin, tepat
waktu, dan tidak pemalas; selalu murah senyum; lemah lembut dan ramah-tamah;
sopan santun dan hormat; selalu ceria dan pandai bergaul; fleksibel dan
memiliki rasa tanggung jawab; serius dan suka menolong; serta rasa memiliki
perusahaan yang tinggi.
Beberapa
cirri wirausahawan yang dikatakan berhasil, yaitu: memiliki visi dan tujuan
yang jelas; inisiatif dan selalu proaktif; berorientasi pada prestasi; berani
mengambil risiko; kerja keras; bertangung jawab; komitmen pada berbagai pihak;
serta mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar